Sabtu, 19 April 2014

Perbedaan masa smp dan sma

Putih abu-abu masa di mana saya mengenal arti kekeluargaan, persahabatan, dan solidaritas. masa paling berkesan yang akan selalu kurindukan :'( dan satu lagi, masa disaat saya mengenal cinta dari kakak senior basket semasa ekskul, alhamdulillah awet sampe sekarang :D haha

berbeda ketika smp yang ada hanya ke egoisan, manusianya sebagian besar bersifat individu haha egois yahh..
tp itulah smp, masa "bersaing" dimana kawan menjadi lawan. Dan untungnya saya juga bisa ikut bersaing dengan mereka-mereka yang egois dan alhamdulillah sejak smp saya mempertahankan peringkat 2 berturut-turut sejak kelas 7 semester II-9 semester II . dan kelas 7 semester 1 saya bisa meraih peringkat pertama selanjutnya hanya dua dan duaaa :( mm..tp tak apalah , segitu saja saya bersyukur krn org tua bisa bangga.
next, kembali ke SMA..
awalnya sejak saya masih kelas X di SMAN 10 Makassar, fokus belajar masih bisa saya terapkan . mungkin karena saya belum terlalu mengenal lingkungan dan orang-orang sekitar, kesan individualnya masih terasa :D
beberapa bulan kemudian saya sudah beradaptasi dengan lingkungan sekolah dan rasa malass mulai menghantui *paraahh.. boleh dikata sebagian siswa-siswinya sudah saya kenal, dan disitulah kami mulai akrab sering jalan bareng, hangout nda jelas dan sebagainya~
beruntungnya saya mengenal mereka, mereka yg memiliki rasa solid yg tinggi dan sikap saling menjaga, berbagi. serunya lagi karena bisa sekelas dari kelas X-XII walaupun ada beberapa yang terdampar di kelas lain. tp kelas bkn penghalang, kami masih sering hangout dan jalan bareng:D
pokok'ee I LOVE IPA3 dan penyusup2nya {} haha




Nickname

hallooo ..
mumpung mata lagi melek dan gak bisa merem -_- sy mau curhat sedikit, (sedikittt ji kodongg~ )
"Nur Fuadil Maqnun" nama yg unik untuk cwe seperti saya :D
sejak jadi siswi, tiap di absen sama guru baru, dia selaluuu saja mengira kalau saya itu cwo xD tp seiring berjalannya waktu *cielahh . Sayapun sdh biasa menanggapinya
sejak tk, sd, smp orang-orang biasa memanggilku "dilla" tapi sejak saya duduk dibangku SMA namaku bertambah banyak, ada yang memanggilku fuadil, nur, dilla, fuad, bahkan maqnun.

Rabu, 03 April 2013

NFM Blog

Saya adalah Nur Fuadil Maqnun biasa dipanggil Dilla, anak pertama dari dua bersaudara, dilahirkan 16 tahun yang lalu di Kota Daeng (Ujung Pandang) tepatnya pada tanggal 28 Agustus tahun 1996. Saya dilahirkan di keluarga yang bisa dibilang cukup sederhana dan segala sesuatunya selalu tercukupi. Dari kecil sampai SMA tidak ada  prestasi yang menonjol yang telah saya capai. Dulunya saya adalah seorang yang minder, rasa tidak percayadiri sempat membuat saya merasa kecil dan merasa sedikit berbeda dengan teman- teman yang lain.